Tak Punya Pilihan

Sehelai lepas,
serupa bulu unggas.

Perlahan,
pelan,
jatuh tak berhaluan.

Tuan tak punya pilihan.
Tak bisa terbang
dengan sayap yang rumpang.
Tak bisa pulang
dengan rumah yang hilang.

Tuan tak bisa berjalan.
Melangkah ke depan
jiwa dan raga terpisah.
Maju walau pelan
nama diri tinggal kisah.

Tuan tak punya pilihan.
Tuan tak bisa tentukan.
Jatuh tinggal jatuh.
Mati tinggal mati.

Tuan,
Tuan Tuhan, bukan?

Cisarua,
18/05/2017
17:47


Posting Komentar

Copyright © lokalogic. Designed by OddThemes